WELCOME TO THE RANTS

Friday, October 8, 2010

Face*palm*book

"Do you know this user personally? To prevent misuse of Facebook, this request can't be sent"

What does this shit means? Facebook is failing

Saturday, August 21, 2010

Kala : Dead Time (2007)

Sutradara/Skenario: Joko Anwar

Pemain: Fachri Albar, Ario Bayu, Shanty, Fahrani, Tipi Jabrik, Arswendi Nasution, Frans Tumbuan, Jose Rizal Manua, Rima Melati, Sujiwo Tejo.

Director of Cinematography: Ipung Rachmat Syaiful

Art Director: Wencislaus

Costume Designers: Tania Soeprapto, Isabelle Patrice

Editor: Wawan I. Wibowo

Sound Designer: Khikmawan Santosa

Music: Aghi Narottama, Zeke Khaselli
Produksi: MD Pictures

Durasi: 102 menit


Menonton Kala adalah joy to behold, film indonesia paling playful setelah Janji Joni, playful dimana semua genre bisa fit-in di film ini (walaupun yang paling tepat adalah genre Thriller), malah uniknya film ini lebih mengintimidasi penontonnya lebih dari menonton film horror indonesia. Wait until you see Pindoro (Jose Rizal Manua), you will know kenapa gue sering bilang Pindoro lebih menakutkan daripada hantu-hantu indonesia dijadikan satu, even gue percaya mereka takut ketemu Pindoro...soalnya mereka tahu, once you met Pindoro, you'll be dead...(maap agak spoiler)

Kekuatan film ini (dan film-filmnya Joko Anwar) dibanding film lain adalah film ini lebih menekankan storytelling-nya, for god sake, masalah utama film indonesia adalah kebanyakan men-down play storytelling, dan lebih menekankan amanat atau pesan atau whatever lah, seakan-akan film itu adalah kuliah subuh versi 100 menit lebih, padahal yang ikut kuliah subuh itu sedikit, di deket rumah saya aja paling yang ikut itu-itu lagi, 3 tahun itu-itu aja orangnya yang ikut. Okay, the main reason kenapa saya bilang amanat dalam film itu nggak penting adalah karena sebenarnya apa yang kita pengen lihat ketika masuk studio, duduk anteng, makan popcorn, lampu dimatikan, adalah hiburan, bukan kuliah, seakan-akan kita ini bodoh, nggak bisa bedain mana yang benar dan mana yang salah, kalaupun mau ngasih pesan atau amanat ya bisa dong membius penonton dengan cerita lalu knock their mind with the message while they were fascinated.

Film ini kuat disemua elemen, Visual yang top notch, efek yang bagus untuk ukuran film indonesia, camerawork yang jempolan, karakter yang kuat, plot yang amusing, dan scoring yang oh fuck...this is almost perfect. Dan untuk ukuran film indonesia, film ini pantas mendapat predikat "MINDFUCK"

PS : Saya nontonnya lewat DVD baru-baru ini, karena dulu pas mau nonton udah ditarik dari edar duluan, memang....aneh.

9,5/10 (skala film indonesia)

Friday, August 20, 2010

Klik... (bukan judul lagu)

"Because thats what people do... they leap and hope to God they can fly! Because otherwise, we just drop like a rock... wondering the whole way down..."why in the hell did I jump?" But here I am..falling. And there's only one person that makes me feel like I can fly... That's you. " - Hitch

kadang, mendefinisikan sesuatu itu susah...dan tentu ada alasannya. the same case falls on me, gue gak bisa mendefinisikan 'how i feel when you ask that thing', maksudnya begini, ada sebuah pertanyaan yang gue gak bisa jawab, whether it's obvious, i don't have any clue of it. gue gak tau harus jawab apa, karena, kalau gue jawab dengan hal yang paling klise seperti "you are beautiful", atau "you're smarter", atau yang lebih corny "you're hot!", that doesn't show what do i really feels...dan untuk mendefinisikan itu, i need some 'answer searching'.

lucunya, jawaban itu datang dari 'observatorial experience', dari pengamatan hal-hal kecil sampai major points, well i got some answer finally...

Well, i realize that in some point, cinta itu bukan sesuatu yang bisa kita define, bukan matematika, but the matter fact, someone just need some answer...for the sake of rationality, okay...here i go with my 'definition', apa yang gue rasain sebenarnya sederhana, ketika kita (gue dan you-know-who, and it's not voldemort) sms-an, twitteran, ngobrol ini-itu...gue merasa itu sangat berharga, seperti gollum dan cincinnya bilang "My Precious!" (but in a lower tone than gollum). in fact, gue merasa sangat sangat nyaman, just like hearing a sound, seperti tutup ulir dan botolnya...'Klik...' senyaman ketika lo duduk di teras, nyium bau tanah setelah hujan seharian ditemenin jazzy tunes, hot tea, dan a nice book, comfortable, nyaman, just as simple as that, no other reasons...

"I am no one special. Just a common man with common thoughts. And I've led a common life. There are no monuments dedicated to me and my name will soon be forgotten. But in one respect, I have succeeded as gloriously as anyone who's ever lived. I've loved another with all my heart and soul, and for me, that has always been enough." - The Notebook