Friday, August 20, 2010
Klik... (bukan judul lagu)
Wednesday, August 11, 2010
a sneak peek
II-Tiga Tahun Kemudian
2010.Bandung.
“97,2 Groove FM, selamat malam masih bersama saya Dito”
“dan saya Odie Sitinjak!!!”
“biasa ajalah Di...”
“maaf Dit, maklum bersemangat, kita kan harus men-generate excitement, bukan begitu G-peoples?”
“For god sake, ini udah tengah malem”
“EHM, WOI FOKUS”
“iya, ibu prosedur”
“PRODUSER!!”
“.....”
Obrolan Warung Kopi
Bandung. Dingin.Adem. Cool. Itu tiga-tiganya sinonim. Kenapa jadi bahas dingin? Gak penting juga. Sekarang ini gue kerja, sebagaimana yang lo liat sendiri, atau baca ya? Ehm..fokus, sekarang ini gue berkarir sebagai penyiar, bahasa kerennya broadcaster, di Radio Groove 97,20 FM. Radio dengan segmen mahasiswa 19 – 25 tahun, dengan 'jualan' musik-musik yang groovy, laid back dan chill-out. Partner siaran gue yang sekaligus sahabat gue ini namanya Odie, Batak garis keras tapi bermuka bule, penggemar berat musik hip-hop, ngakunya gak pernah pacaran seumur hidup, ini yang bikin gue curiga dia homo. Tapi hipotesa gue terbantahkan oleh kegombrangan cara berpakaian dia, maklum 'hip-hop style'. Kurang ketat untuk jadi gay.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
segitu aja dulu...maap kalo jelek hehehehehe
Tuesday, July 6, 2010
untitled
at least it occurs for me...
kalo gue mau nyalahin mungkin gue bisa nyalahin rasa penasaran gue...tapi lagi2 logika gue bilang "you would find it out sooner or later"
pertanyaannya sih cukup simpel emang..."itu pacar lo kan?" jawabannya pun gak ngagetin "iya"..tapi ada satu hal yang stuck in right now...
ada pertanyaan kecil sih...
i'll take it on a song...i sang it a couple hours ago on a gig
"adakah ku singgah dihatimu? mungkinkah kau rindukan adaku....adakah ku sedikit di hatimu?
bilakah ku menggangu harimu? mungkin kau tak inginkan adaku...akankah ku sedikit di hatimu?"
a simple question..yet unanswered...

Wednesday, May 26, 2010
bersyukurlah..

...okay penggangu sudah dilenyapkan
back to topik...hidayat *slap* okay fokus yan fokus...back to topik
lanjutin yang tadi...secara temen gue dia facebook buaaaanyak yang masih SMA, pasti lah front page (ato apalah itu namanya) dipenuhi status2 ala abg SMA, entah itu cinta-cintaan lah ato apalah...dari sini gue jadi inget kata-kata temen gue "status facebook lo bisa aja nunjukin kedewasaan lo"..nah and then...gue nyoba baca status mereka...rata-rata kalo gak cinta, stress sama pelajaran, ato gak yang paling malesin...bosen idup pengen mati aja...
gue gak mau munafik...jujur aja, gue juga dulu mungkin kayak mereka...nulis2 cinta2an (sekarang sih masih, cuma contentnya lebih mature sih hehehe), nulis soal pelajaran, tapi gue gak bakal nulis gue bosen idup trus mau bunuh diri...no, i won't...hidup terlalu berharga buat hal menye-menye kayak gitu....

dan gue pun nyoba ngebandingin sama temen gue yang udah kuliah dan kerja, gue baca statusnnya, dan gue juga ngeliat status gue sendiri...dan gue berkesimpulan gini...
waktu SMA, rata-rata..okay hampir semua dari kita, lebih mikirin soal cinta-cintaan, persahabatan, pacar, or whatever you want to say...we think less about family, masa depan, kondisi sosial dan sejenisnya...lulus SMA, kehidupan lo berubah drastis...atau bisa gue bilang "welcome to the real life"...apalagi buat yang merantau...segala sesuatu jadi berharga banged...ada waktu luang dikit, berharga banged, uang goceng...berharga banged (dulu uang goceng gak cukup buat jajan, sekarang uang goceng jadi pikiran), punya temen senasib, berharga banged, ada peluang bisnis, berharga banged, pokoknya semua jadi berharga...apalagi satu..keluarga
disaat lo merantau, lo jadi inget apa pentingnya keluarga buat lo, bukan berarti gue bilang sebelum lo pergi dari rumah keluarga itu gak penting, tapi...disaat lo jauh dari rumah, lo lebih sadar akan fakta bahwa "keluarga adalah harta paling berharga"
masih berhubungan dengan yang diatas tadi:
gue jadi inget kemaren, temen gue ada yang insist banged minta beli BlackBerry sama nyokapnya, dia pengen beli BB karena iri liat temen-temennya...gue jadi pengen ketawa sendiri, soalnya gue inget waktu di bandung...temen2 gue rata-rata gak pake BB, pulang pergi naek angkot, jalan kaki lah, ato gak naek motor...makan diirit-irit...hape nokia jadul juga udah sukur, mau internetan? numpang aja ke kosan temen yang ada wi-fi...tapi dia tetep bersyukur sama hidupnya...gue pun inget pengalaman gue yang jalan sejam cuma buat maen basket di sabuga hahaha...gak ada duit tetep aja ngotot maen basket...ada sih cuma seribu perak buat ongkos pulang...see, how could you imagine...seribu perak itu yang nentuin lo pulang jalan ato naek angkot...kadang2 malah gak kepake uangnya gara2 ada temen yang baek mau nganterin gue...ato gue malah nginep di kosan temen gue...dan nginep pun makan paling keluar goceng buat beli mie instan, makan bareng2...
man i miss those days...

so whoever, wherever, whatever you are...bersyukurlah dengan apa yang lo punya sekarang, stop seeing life from others perspective...bersyukurlah punya keluarga yang masih mendukung lo, bersyukurlah punya temen2 yang selalu support lo, bersyukurlah punya pacar yang selalu ada disamping lo (and don't ask too much from him/her), bersyukurlah dengan kehidupan yang tuhan beri...karena semua kejadian di hidup ada maksud dan tujuannya..